Gejala Awal Hiperglikemia dan Ketoasidosis yang Sering Terabaikan pada Penderita Diabetes
Hiperglikemia terjadi ketika kadar gula darah naik secara signifikan di atas level normal, sering kali melebihi 250 mg/dL, sementara ketoasidosis merupakan kondisi lebih serius di mana tubuh memproduksi keton berlebih akibat ketidakmampuan memproses glukosa, menyebabkan asidosis darah. Pengenalan gejala awal sangat krusial karena kondisi ini bisa berkembang cepat, terutama pada diabetes tipe 1, meskipun juga bisa terjadi pada tipe 2 dalam situasi tertentu.
Gejala hiperglikemia awal meliputi sering haus (polidipsia), buang air kecil berlebih (poliuria), mulut kering, dan kelelahan yang tidak biasa. Penderita mungkin juga mengalami penglihatan kabur atau sakit kepala ringan. Pada tahap selanjutnya, mual, muntah, dan nyeri perut bisa muncul. Untuk ketoasidosis, tanda tambahan seperti napas berbau buah (akibat asetone), kelemahan ekstrem, kebingungan, dan napas cepat (Kussmaul breathing) sering terlihat. Pada anak-anak, gejala bisa lebih samar seperti rewel atau penurunan nafsu makan.
Faktor yang membuat gejala ini terabaikan termasuk kebiasaan tidak memeriksa gula darah secara rutin atau menganggapnya sebagai efek cuaca panas atau stres. Wanita hamil dengan diabetes atau orang dengan infeksi sering mengalami gejala yang lebih cepat berkembang. Penting untuk dicatat bahwa gejala ini bisa bervariasi antar individu, tergantung usia, durasi diabetes, dan kondisi kesehatan keseluruhan.
Mengenali pola gejala pribadi melalui pencatatan harian membantu meningkatkan kewaspadaan. Meskipun pengenalan dini tidak menghilangkan risiko sepenuhnya, hal ini memungkinkan tindakan tepat waktu seperti menghubungi tenaga medis. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk memahami gejala spesifik yang relevan dengan kondisi Anda dan jadwalkan pemeriksaan rutin untuk pemantauan yang lebih baik.
